Rabu, 06 Maret 2013

Sekolah Adiwiyata, Slogan Tanaman atau Slogan Move On?

Tanggal 5 Maret kemarin merupakan hari di mana semua murid "masih" diharuskan belajar di rumah, tapi apa daya sehari sebelumnya yakni tanggal 4 beberapa murid menerima pesan bahwa mereka dikeluarkan. Bukan, mereka bukan dikeluarkan dari sekolah, tetapi mereka menerima pesan bahwa selama liburan jangan mengurung di dalam kamar terus, mereka harus keluar dari kamar. Maka dari itu sms tersebut berisi pemberitahuan bahwa para anggota OSIS dan MPK diwajibkan berkumpul di sekolah. Btw yang bener itu belajar di rumah atau liburan sih?

Mungkin sebagian dari beberapa siswa yang dipanggil senang, karena kerjaan mereka di rumah hanya bermalas-malasan dan tidak bisa bercengkerama dengan teman sekolah seperti hari sekolah biasa, ya mungkin. Tapi bagi gue itu mengganggu, karena di rumah gue tidak bermalas-malasan melainkan bersenang-senang melakukan suatu hal yang baru, beda dari biasanya. Dikasih libur oleh sekolah malah mengeluh, alasannya karena tidak ada teman di rumah. Bitch please, memang teman hanya bisa ditemui saat di sekolah, kalau gitu betapa menyedihkan sekali dirimu.

"Liburan itu untuk dinikmati bukan dikeluhi" -siapa aja

Pemberitahuan itu bermaksud untuk merundingkan tentang sekolah yang akan dinilai kebersihannya, menuju sekolah Adiwiyata dan Adipura. Gak tau Adiwiyata? yaudah, gak mau ngejelasin, cari tau aja sendiri. Seperti orang Indonesia pada umumnya, di sms diberitahukan bahwa harus berkumpul jam 8.30 dan masih saja ada yang telat datang, datangnya sekitar jam 10 lebih. Entah meniru siapa sampai-sampai telatnya lama banget. Bisakah orang Indonesia merubah pola pikirnya dan jangan terlalu santai?



Sekolah menjadi bersih dan rapi karena ulah semua warga sekolahnya, kalo hanya sebagian warga sekolah yang beraksi itu sulit untuk diwujudkan. Memang sih suatu hal besar dimulai dari hal kecil. Tapi jika pemikiran dasar warga sekolahnya yang tidak benar dan tak akan pernah sadar, sekolah Adiwiyata menjadi sulit untuk diwujudkan. Itulah sekolah zaman sekarang, dari kecil kita hanya diajarkan kebenaran bukan dididik untuk menjadi seorang yang benar. Diri sendiri yang bisa merubah pemikiran dasar yang salah tersebut. Jangan malu untuk membantu membersihkan lingkungan tapi kamu harus malu kalo kamu penyebab kotornya lingkungan.

Tidak usah menceritakan bagaimana proses rundingnya karena saat itu gue bosan dan hanya menggambar, yang pasti hasilnya seperti berikut: 
Hasil Rapat Persiapan Adipuran dan Adiwiyata:
1. Perawatan Green House
2. Perawatan Toga (tanaman obat keluarga)
3. Pembuatan kompos
4. Pembuatan biopori (lubang resapan air)
5. Pemilahan sampah
6. Produk Reuse (menggunakan kembali barang bekas, mengolah)
7. Mading bertema Lingkungan Hidup
8. Pembuatan Slogan
9. Tim daur ulang kertas
10. Dokumenter


iseng 
 Selagi menunggu rundingan selesai gua malah menggambar bukannya serius memperhatikan. hehehe
Kami yang berkumpul ditugaskan untuk menjadi penanggung jawab dan membuat sebuah tim, kalo gua gak ikut tim atau jadi penanggung jawab manapun, karena takut tidak bisa meluangkan waktunya, sok sibuk. Sedikit  tertarik dengan tim Pembuatan Slogan, karena diri sendiri suka membuat kata-kata, apalagi kata-kata yang menyindir huahahahha. Berikut hasil kata atau mungkin disebut slogan.

- "jangan coba belai pacar kalau kamu jarang membelai kami"#SloganTanaman putusin aja pacarnya~

"rawatlah kami jangan kau rawat harapanmu terus" buat jomblo yg sering berharap #SloganTanaman #SloganMoveOn

"Sirami kami dengan air keranmu jangan sirami pipimu dengan air matamu" #SloganTanaman sekaligus #SloganMoveOn

"jangan kencingi kami kalau kencingmu masih belum lurus"#SloganTanaman

- "jangan injak kami kalau kamu belum bisa injak-injak kenangan bareng mantanmu" #SloganRumput sekaligus #SloganMoveOn

"Jangan buang sampah sembarangan kalo kamu belum bisa buang kenangan bareng mantan-mantanmu" #SloganMoveOn atau#SloganKebersihan nih

"jangan sayangi pacar kalau kamu belum bisa menyayangi kami" #SloganTanaman

Gimana kalian punya slogan atau kata-kata juga? Ketik aja di kolom komentar, siapa tau nanti diambil dan dijadiin slogan beneran di sekolah gue. Maaf ya kalau ada kata-kata yang dianggap menggurui, engga bermaksud kok, hanya mengungkapkan pendapat aja.

sumber gambar:
http://sepatuukacaa.wordpress.com/

15 komentar:

  1. "sayangilah kami, sebagaimana kamu menyayangi kekasihmu" #slogantanaman

    "jangan lupakan keberadaan kami, seperti kamu melupakan keberadaan mantanmu" #slogantanaman

    "tetaplah berusaha merawat kami, sama seperti kamu yg tetap berusaha merawat cintamu"

    BalasHapus
  2. wakakak sindiran buat siswanya yang sering galau ituu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahahaha itulah maksud terselubungnya

      Hapus
  3. Itu namanya slogan galau :D :D :D

    BalasHapus
  4. itu slogan tanaman ato sindiran untuk jomblo, whahaha... kreatif banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang harus kreatif, biar menarik para warga sekolah

      Hapus
  5. Dukung Sahil jadi duta move-on 2013 ~~ ( ;v;)9

    BalasHapus
    Balasan
    1. Vote gua ya, caranya tinggal kirim pulsa ke nomor gua. Mudah bukan? huuhuuhuu~

      Hapus
  6. Huahahaha, ngakak gue bro. Kreatif deh slogannya (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih, ane sendiri juga cengengesan pas bikinnya XD

      Hapus
  7. makasih buat slogannya, gua dapet nilai AAA dari PKLH

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah beneran? alhamdulillah kalo gitu~

      Hapus
  8. hehe....lucu...aku hampir guling guling nih...eh...udah guling guling malah,,,tapi masih sempat ngetik

    BalasHapus
  9. Mari Gan, diwujudkan secara nyata penanaman pohonnya, sekarang semakin menarik karena ada program penanaman pohon dimana kita bisa mendapatkan keuntungan ekonomi baik dari penanaman maupun kampanyenya.
    Cari Tahu caranya di : http://www.greenwarriorindonesia.com

    BalasHapus

Itu ceritaku apa komentarmu ? Berbagilah komentar jangan sungkan.

Menerima kritik dan saran yang bersifat membangun (bukan membangunkan emosi negatif).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...