Rabu, 25 Februari 2015

Barakamon [Anime Review]


Dunia kaligrafi, di mana kebanyakan orang menganggapnya sesuatu yang biasa dan dianggap membosankan untuk ditelusuri. Tetapi, Barakamon justru mengambil tema dasar tentang kaligrafi. Seorang kaligrafer bernama Handa Seishuu yang 'ditendang' ayahnya ke sebuah pulau yang jauh dari kesibukkan kota. Dapatkah seorang kaligrafer berjuang bertahan hidup di sebuah pulau? Apa saja yang ia dapatkan dari pulau tersebut?

Sinopsis

Suatu ketika saat acara penerimaan penghargaan kaligrafi karya dari Handa Seishuu dikritik pedas  --padahal karyanya Handa termasuk penerima penghargaan-- oleh pengamat profesional kaligrafi, tidak terima akan ucapan pengamat tersebut akhirnya Handa naik darah dan memukul pengamat tersebut. Akibat ulahnya itulah, ayahnya Handa --seorang kaligrafer profesional-- memberikan hukuman dengan mengirimkan Handa ke pulau Goto, pulau terpencil yang jauh dari kata hiruk pikuk suasana kota. Pulau Goto sendiri dipilih oleh ayahnya karena dulu ia pernah menikmati masa muda di pulau tersebut.

Bagai efek domino runtuh, sial yang Handa hadapi tak kunjung usai. Sesampainya di rumah yang akan ditinggali ia malah menemukan kondisi rumah yang seperti dijadikan markas berandalan, kartu remi berceceran. (Gua maen kartu remi di kelas, tapi gua gak ketauan dan diomelin sama guru.)

Saat mengenali ruang rumah barunya ia malah menemukan seorang anak kecil bernama Naru yang sedang bersembunyi. Itulah asal mula pertemuan mereka. Naru yang seperti bocah umum lainnya, mengganggu kehidupan Handa dengan sifat riang dan keingintahuannya. Dan hal itu pula yang membuat Handa marah, ia semakin merasa bahwa hidup di desa terpencil adalah hukuman terberat. 

Tapi, akhirnya Handa merasa bersalah kerana dia sudah menjadi orang yang berumur dewasa tapi malah memarahi seorang anak kecil. Marah di hari pertama datang ke desa, sial yang seperti domino runtuh dan pertemuan dengan Naru. Pertemuan dengan seorang bocah jahil yang akan mengajarinya arti hidup dan menemukan jati dirinya. Apakah Handa akan meminta maaf kepada bocah, yaitu Naru? Akankah kesialannya berlanjut? Atau dia akan menguasai desa dan itu awal mulanya ia menjadi diktaktor? 


Karakter

Handa Seishuu

Handa-sensei (panggilan di desa) adalah seorang kaligrafer profesional, muda, tampan dan lack of social skill. Karakter utama ini memiliki sifat tsundere yang membuat semakin menarik. Termasuk dalam golongan anak mami dan rumahan, karena sejak kecil ia selalu dilarang ini itu oleh orang tuanya, karena itu dia banyak menemui hal-hal baru di desa yang kadang bisa menarik tawa keluar atau sekedar senyum-senyum calang ngeliat tingkahnya yang over reaction.

Naru Kotoishi


Naru adalah sang bocah tengik utama, pengganggu Handa nomor wahid dan karena itu pula dia yang paling dekat dengan Handa, namanya juga anak kecil ya ngeselin. Sifatnya yang periang, konyol, penasaran dan polos ini yang akan mengajari Handa bagaimana menemukan jati diri dan menikmati bagaimana caranya hidup di desa.

Tamako Arai & Miwa Yamamura

Merupakan duo anak SMP yang ditakuti oleh anak kampung sebelah.
Tama (kiri) cantik ya :3
Seorang gadis berkacamata  yang diam-diam menjadi fujoshi. Karakter ini di satu sisi menarik karena reaksinya yang berlebihan ketika melihat 2 orang cowok bersama, dan tentu karena itu juga yang  bikin gak menarik karena gue jadi tau kalo fujoshi itu suatu ras yang sangat bahaya sekali, imajinasinya sungguh tinggi dan liar.


Seorang gadis SMP (juga) yang tomboy, teman persekongkolan dengan Tama dan Naru untuk merecoki kehidupan Handa-sensei. Meskipun selalu bersama dengan Tama, Miwa bukanlah seorang fujoshi.

Hiroshi Kido


Sekedar anak SMA tingkat akhir yang sering nganter makanan ke rumahnya Handa-sensei. Dia juga lagi bingung-bingungnya belajar masuk perguruan tinggi karena males selalu menerjang.

Dari sekian karakter yang gua sebutkan di atas masih banyak karakter yang menarik, masing-masing karakter di anime ini emang menonjol. Semua penduduk desa emang satu kesatuan yang membuat anime ini menjadi lebih menarik.

Review

Barakamon anime yang bergenre slice of life dan komedi ini sungguh menarik. Anime yang bercerita seorang lelaki yang sudah bisa disebut dewasa tapi belum dewasa dalam arti sebenarnya, mengajarkan bagaimana bisa menemukan jati diri sendiri. Karena sebenernya gua juga pas nonton ini (kelas 3 SMA) belajar menjadi dewasa dari anime ini, belajar mengatur emosi dan menemukan jati diri untuk menjadi diri sendiri. Gua ngerasa kalo ditegur sama anime ini.

Apalagi ada tokoh yang senasib seperti gua yaitu tingkat akhir SMA dan harus belajar buat persiapan masuk perguruan tinggi. Gua ngerasa seperti disindir, iya gua emang salah waktu itu yang seharusnya belajar buat persiapan malah nonton anime Barakamon. Dan gua malah baru ngereview anime sekarang, soalnya pas gua tonton ulang masih kerasa banget ilmu kehidupan yang didapet dari anime ini.

Musiknya juga pas dengan cerita animenya. Lagu pembukanya diisi oleh lagu SUPER BEAVER berjudul rashisa, lagu ini kalo tau artinya beneran klop sama animenya tentang bagaimana menjadi diri sendiri. Lagu pembukanya juga seakan-akan mengantar masuk ke dalam anime ini, emang pas deh kalo lagu upbeat nganterin masuk ke anime. Sementara lagu penutup diisi oleh NoisyCell berjudul inocence yang seolah-olah mengantarkan kita untuk berpisah (nunggu episode keluar minggu depan).
Ini salah satu anime yang gua rekomendasikan bagi kalian yang menyukai genre slice if life.



sumber gambar:
http://www.anime-papers.com/details/1541,barakamon:
http://www.zerochan.net/
https://fantasticmemes.wordpress.com/2014/09/26/barakamon-and-the-artistic-ego/
etobang.com/plugin/mobile/board.php?bo_table=any&wr_id=132879
barakamon.wikia.com

6 komentar:

  1. Best sentence ever -->> "fujoshi itu suatu ras yang sangat bahaya sekali" :v :v :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. setelah beberapa tahun meledeki seorang fujoshi gua baru sadar kalo misal ras itu udah masuk level hardcore sangat menakutkan. kowai kowai ( "._.)

      Hapus
    2. Anime ini membuka mata kita (baca: saya) kalau fujoshi itu sangat menyeramkan ( .__.)

      Hapus
  2. Mz, tell me gimana caranya supaya tertarik sama anime :|
    Hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat mesin waktu, pergi ke masa kecil, cekokin dirimu versi kecil suruh nonton kartun minggu pagi.
      lu coba tonton anime yang genrenya elu suka aja dulu, tanya2 minta rekomendasi, contohnya minta sama orang yang komentar pertama di blogpost ini ( '^') ('-' )

      Hapus
  3. Garagara baca sekilas tentang kaligrafi-kaligrafinya, ane salah fokus baca judul jadi 'Barokamen' :))) kayaknya seru ya kak.. ane baru setengah nonton kuroko no basuke hehe

    BalasHapus

Itu ceritaku apa komentarmu ? Berbagilah komentar jangan sungkan.

Menerima kritik dan saran yang bersifat membangun (bukan membangunkan emosi negatif).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...